Ma, Mengapa?

Ma, Mengapa?

Karya Adinda Putri Aprilia

Ma, mengapa aku kehilangan sosok seorang ayah?
Padahal ayah di sampingku, di sebelah kanan-kiriku.
Ma, mengapa aku terus menangis jika mengingat kisah keluarga kita?
Ma, mengapa aku masih belum menerima kenyataan jika ayah sudah menikah lagi?
Ma, mengapa ketika ayah menikah lagi, malah aku yang berantakan?
Ma, mengapa mama masih kuat?
Padahal mama sedang diterjang badai besar!
Badai yang ada orang yang akan bertahan.
Jarang ada yang selamat dari badai itu.
Mama bisa menjadi orang yang bertahan dari badai itu.
Ma, mungkin saat ini kita belum bebas.
Tapi akan tiba saatnya, aku menjadi kupu-kupu.
Yang bersinar bagai mentari.
Aku akan membawa mama terbang tinggi dan melihat prestasi besar kita.
"Kita sudah berhasil bertahan"

Comments

Popular posts from this blog

Keadilan Runtuh oleh Uang

Antara Pahlawan dan Penjahat